Loading

wait a moment

5 Desa Wisata dengan Pemandangan Paling Indah di Indonesia

Berbicara perihal keindahan alam Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Bila kamu telah banyak memfoto keindahan gunung, pantai, goa serta air terjun yang ada di Indonesia, maka ada baiknya kamu mengambil objek foto yang berbeda untuk petualanganmu selanjutnya.

Cobalah datang ke 5 desa tamasya tercantik di Indonesia yang menebarkan pesona ini. Masing-masing desa ini mempunyai estetika landscape yang sungguh-sungguh cantik dan sudah mendunia. Bahkan bisa dikatakan desa-desa seperti ini hanya ada di Indonesia. Jadi sayang banget sekiranya sampai luput dari bidikan lensa kameramu. Ingin tau apa aja desanya? Yuk, simak review di bawah ini!

1. Desa Wae Rebo

Apakah sebelumnya kau pernah dengar perihal Desa Menurut Wae Rebo? Pasti baru dengar kan? Kedengarannya memang sangat asing di telinga, namun terbukti desa ini telah mendunia lho. Sebab sejak UNESCO menobatkan sebagai desa yang melestarikan konservasi warisan adat istiadat, masyarakat dunia mulai mengenal desa ini.

Wae Rebo adalah salah satu desa unik di kecamatan Satarnase, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa adat ini berada diatas ketinggian 1.100 mdpl, tepatnya di Pegunungan Pocoroko. Sebab lokasinya yang benar-benar tinggi, tidak heran apabila desa ini memiliki suhu udara yang dingin dan sejuk. Untuk kamu yang berkeinginan menyambangi desa ini, sebaiknya membawa pakaian hangat atau syal ya.

Di Desa Wae Rebo ini terdapat 7 rumah utama berbentuk kerucut dengan ketinggian dan diameter yang sama. Masing-masing rumah dapat di tinggali 6 sampai 8 keluarga dan berdiameter sekitar 12-15 meter. Mungkin karna formatnya yang unik inilah UNESCO menobatkan desa ini sebagai bangunan konservasi warisan adat istiadat.

Pemandangan di desa ini malahan sungguh sungguh-sungguh menawan. Rumah-rumah berbentuk kerucut yang menjadi ciri khasnya bahkan tertata melingkar dan membentuk seperti setengah lingkaran. Pemandangan perbukitan di belakangnya menambah keindahan landscape Desa Wae Rebo.

2. Desa Berdasarkan Penglipuran

Desa Panglipuran yang berada di Kabupaten Bangli ini disebut-ucap sebagai desa paling bersih dan menawan di Pulau Bali. Kau masyarakat sekitar, kata penglipiran diambil dari kata Pengeling Pura yang artinya daerah suci. Desa liburan ini memang mempunyai luas yang tidak demikian itu besar, bahkan cuma memiliki luas 112 hektar dengan 9 hektar di gunakan untuk pemukiman. Desa wisata panglipuran ini mempunyai panorama alam yang masih asri dan kental akan budaya Bali yang masih dijaga.

Keunikan rumah-rumah berarsitektur Bali nampak tertata dengan rapi antara 1 rumah dengan rumah lainnya, pintu gerbang disetiap rumah saling berhadapan satu sama lainnya dan cuma dikendalikan dengan jalan utama kecil di tengahnya. Pintu gerbang ini disebut dengan angkul-angkul (pintu gerbang khas Bali).

Sejauh mata melihat yang tampak hanya keindahan desa wisata hal yang demikian. Dan yang lebih seru di desa ini adalah bebas dari kendaraan bermotor. Kau bisa puas menikmati udara segar di desa ini. Kau juga akan puas berjalan-jalan dan berfoto di desa ini sambil mengenal lebih dekat kultur warga setempat tanpa semestinya takut kena polusi asap. Kau masuk ke desa wisata ini juga sangat terjangkau, adalah Rp 7.500 per orangnya.

3. Desa Suku Baduy

Kau berkeinginan mendapatkan pengalaman unik sekalian berbeda dari liburan sebelumnya? Nih, Desa Suku Baduy yang rekomend buat kau sambangi, tepatnya ke perkampungan Suku Baduy. Suku Baduy adalah suatu golongan masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Asal usulan kata baduy yaitu berasal dari kata Badawi, yang di berikan dari seorang peneliti Belanda. Bila, warga setempat menyebutnya Baduy.

Suku baduy di bedakan menjadi dua, ialah Baduy Luar dan Baduy Dalam. Pintu masuk menuju pemukiman Suku Baduy merupakan Desa Ciboleger. Apabila berharap memfoto pemukiman Suku baduy, kau mesti menyiapkan stamina lebih. Sebab dari Desa Ciboleger kamu mesti trakking secara khusus dulu untuk menuju pemukiman Baduy Dalam, selama sekitar 5 jam perjalanan.

Perjalannya memang akan sungguh-sungguh melelahkan, tapi di sepanjang perjalanan kau bisa menikmati udara teduh dan pemandangan perbukitan yang memanjakan mata.

Sebab di pemukiman Baduy, kau bisa mengamati-lihat keunikan rumah-rumah Suku baduy yang terbuat dari bambu dan tersusun dengan rapi. Sungai yang mengalir di pemukiman ini malahan juga sungguh sungguh-sungguh jernih dan pada saat berada disana kamu tidak akan di perbolehkan untuk menggunakan shampo, sabun ataupun bahan kimia lainya. Karena Suku Baduy sangat menghargai alam dan memperlakukan alam dengan baik.

Dari beberapa cabang sungai yang mereka gunakan sehari-harinya mereka cuma menerapkan satu sungai saja. Cabang sungai lain yang airnya bening bisa di nikmati oleh masyarakat sekitar, juga dapat di pakai para wisatawan yang datang. Hutannya juga masih benar-benar terjaga, masyarakat Baduy senantiasa menjaga kebersihan dan tak merusak hutan. Itulah kenapa sebabnya di pemukiman Suku Baduy ini masih terjaga keasriannya.

4. Desa Kete Kesu

Desa Kete Kesu berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalang Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa ini di tetapkan sebagai cagar tradisi karena menjadi salah satu desa penghasil kerajinan pahat, ukir dan lukisan yang sudah diakui dunia. Jika menjadi ciri khas disini adalah terdapatnya Tongkonan yang berderet rapi di sepanjang jalan.

Tongkonan merupakan rumah adat /rumah pentas dari kayu, atapnya dilapisi ijuk hitam, formatnya seperti perahu yang telungkup dengan buritan, seperti tanduk kerbau, dan semestinya di bangun menghadap ke arah utara, sebab masyarakat disini percaya jika leluhurnya berasal dari komponen utara. Namun rumah Tongkonan, yang unik lainnya dari desa ini yaitu terdapat makam-makam tua yang menyimpan cerita mistis.

5. Desa Trunyan

Desa Trunyan ini berada di Kabupaten Bangli, Bali. Jika desa-desa lainnya hanya menawarkan keindahan alam yang indah untuk kamu ambil fotonya, tetapi desa ini berbeda. Trunyan memiliki keunikan sendiri ialah desa ini mempunyai sisi kultur yang unik.

Desa ini mempunyai kuburan di komponen timur Danau Batur. Di kuburan ini jenazah tak dikuburkan, melainkan jenazah hanya di biarkan saja di atas tanah hingga membusuk. Kalau anehnya lagi di sekitar kuburan ini tidak tercium bau bangkai. Serem ya? Sekiranya ini lah keunikan Trunyan.

Apabila kecuali keunikannya itu, desa trunyan juga mempunyai pemandangan hijau yang betul-betul menawan. -hingga banyak pelancong dalam negeri ataupun mancanegara yang terus berdatangan ke desa ini.

Nah itulah 5 desa liburan tercantik di Indonesia yang menebarkan pesona. ada kans, cobalah untuk menyambangi desa-desa cantik ini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: